Selasa, 29 Mei 2012

METODOLOGI PENELITIAN KOMUNIKASI: APLIKASI RISET KOMUNIKASI (SURVEI DAN ANALISIS HISTORIS)


A.    Metode Penelitian Survei
1.      Deskripsi Penelitian Survei
Secara etimologi, survei atau dalam bahasa Inggris disebut survey dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English diterjemahkan sebagai berikut:[1]
a.       To look carefully at all of something or somebody, especially from a distance (untuk melihat atau memperhatikan secara seksama kepada sesuatu atau seseorang terutama dari jarak jauh).
b.      To study and describe the general condition of something (untuk mempelajari dan menggambarkan kondisi umum dari sesuatu)
c.       To examine and record the area and features of a piece of land by measuring and calculating (untuk menguji dan merekam sebuah kawasan atau daerah beserta keistimewaan atau ciri-ciri kawasan tersebut dengan mengukur dan menghitung)
d.      To examine a building, etcetera to make sure that is structure is in good condition (untuk menguji sebuah bangunan dan sebagainya, untuk memastikan struktur bangunan dalam keadaan baik)
e.       To investigate the behaviour, opinions, etcetera of a group of people, usually by questioning them (untuk menyelidiki perilaku, pendapat, dan sebagainya dari sekelompok orang, biasanya dengan memberi pertanyaan kepada mereka).

Mengutip dari buku Leedy yang berjudul Practical Research, survey dalam bahasa Inggris berasal dari dua suku kata yaitu sur dan vey, suku kata sur yang merupakan asal kata yang diambil dari bahasa Latin yaitu super yang berarti di atas atau melampaui, sedangkan suku kata vey juga berasal dari hasil adopsi kata kerja Latin yaitu videre yang berarti melihat, sehingga dapat diterjemahkan kata survey berarti melihat di atas atau melampaui.[2]
Penelitian survei dapat diartikan sebagai penelitian pengamatan berskala besar yang dilakukan pada kelompok-kelompok manusia, dimaksud dengan pengamatan tidak hanya sebatas pada penglihatan, tetapi maksudnya adalah data yang dikumpulkan secara tidak sengaja ditimbulkan oleh peneliti seperti yang dilakukan dalam eksperimen, data yang dikumpulkan dalam survei adalah data yang ada dan terdapat dalam kehidupan yang berjalan secara wajar.[3]
Penelitian survei merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden, dalam penelitian survei peneliti hanya karakteristik atau hubungan kausal (sebab akibat) antar variabel tanpa ada intervensi dari peneliti.[4]
 Penelitian survei diartikan sebagai suatu cara untuk melakukan pengamatan di mana indikator mengenai variabel adalah jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan kepada responden baik secara lisan maupun tertulis, penelitian survei biasanya dilakukan satu kali dan peneliti tidak berusaha untuk mengatur atau menguasai situasi sehingga perubahan dalam variabel adalah hasil dari peristiwa yang terjadi dengan sendirinya.[5]
Survei tidak selalu identik dengan kuesioner, meski teknik pengumpulan data survei biasanya menggunakan kuesioner karena berhubungan dengan sampel dengan jumlah besar, dalam prakteknya terkadang pelaksanan survei tidak hanya menggunakan kuesioner atau angket, tetapi dilengkapi dengan wawancara atau observasi.[6]
Penelitian survei merupakan usaha pengamatan kritis untuk mendapatkan keterangan-keterangan yang jelas terhadap suatu masalah tertentu dalam suatu penelitian, biasanya dilakukan secara meluas, dan berusaha mencari hasil yang segera dapat digunakan untuk suatu tindakan (action), lebih bersifat deskriptif, dan merupakan penggambaran yang mengandung fakta-fakta, klasifikasi, pengukuran, dan sebagainya.[7]
2.      Jenis Survei
Penelitian survei dapat dilakukan dengan bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sesuatu, survei dengan jenis seperti ini disebut dengan survei deskriptif, survei ini adalah survei pertama yang dilakukan oleh Charles Booth di Inggris, di mana Booth melakukan survei tersebut untuk menggambarkan kondisi orang-orang miskin dengan maksud meyakinkan bahwa pemerintah perlu untuk melakukan tindakan tertentu untuk memperbaiki kondisi tersebut.[8]
Ada beberapa kategori penelitian survei dari segi pelaksanaan penelitian dan perlakuan terhadap sampel survei tersebut, sehingga penelitian survei dapat dibagi menjadi beberapa kategori sebagai berikut:[9]
a.       Survei Sekali Waktu (Cross-sectional Survei); Data hanya dikumpulkan untuk waktu tertentu saja dengan tujuan menggambarkan kondisi populasi.
b.      Survei Rentang Waktu (Longitudinal Survei); Survei dilakukan berulang untuk mengetahui kecenderungan suatu fenomena dari waktu ke waktu.
c.       Survei Tracking/Trend; Survei dilakukan pada populasi yang sama namun dengan sampel berbeda untuk mengetahui kecenderungan suatu fenomena dari waktu ke waktu.
d.      Survei Panel; Survei dilakukan terhadap sampel yang sama untuk memahami suatu fenomena dari waktu ke waktu.
e.       Survei Cohort; Survei dilakukan pada sekelompok populasi yang spesifik untuk mengetahui perkembangan suatu fenomena dari waktu ke waktu.
Dalam sumber lain menyebutkan ada tiga jenis penelitian survei yang disertai dengan berbagai kelebihan dan kelemahannya masing-masing, yaitu sebagai berikut:[10]
a.       Melalui surat (mail-questionnaire) merupakan cara untuk menguji tanggapan responden melalui pengiriman kuesioner via pos. Kelebihan dari mail-questionnaire adalah hemat biaya, hemat waktu, responden bisa memilih waktu yang tepat baginya untuk mengisi kuesioner, ada jaminan kerahasiaan (anonymity) yang lebih besar, keseragaman kata (tidak dibacakan lagi), tidak ada intervensi peneliti, serta banyak responden yang dapat dicapai (dibandingkan dengan pengiriman pewawancara ke banyak tempat). Sedangkan, kekurangannya adalah tidak fleksibel, terdapat kecenderungan rendahnya tanggapan (response rate), hanya perilaku verbal yang tercatat, tidak ada kendali atas lingkungan (ribut, diganggu), tidak ada kendali atas urutan pertanyaan, bisa menyebabkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, tidak bisa merekam jawaban secara spontan, kesulitan untuk membedakan antara tidak menjawab (non-response) dengan salah alamat, tidak ada kendali atas waktu pengembalian, tidak dapat menggunakan format yang kompleks, dan bisa mendapatkan sample yang biasa.
b.      Metode wawancara tatap muka (face-to-face interview) merupakan cara untuk menguji tanggapan responden dengan bertemu muka atau berhadapan langsung. Kelebihan dari penelitian face-to-face interview adalah fleksibelitas, tingkat respon (response rate) yang baik, memungkinkan pencatatan perilaku nonverbal, kendali atas lingkungan waktu menjawab, kemampuan untuk mengikuti urutan pertanyaan dan pencatatan jawaban secara spontan, responden tidak bisa curang dan harus menjawab sendiri, terjaminnya kelengkapan jawaban dan pertanyaan yang dijawab, adanya kendali atas waktu menjawab pertanyaan, serta dapat digunakan untuk kuesioner yang kompleks. Sedangkan, kelemahannya adalah biayanya yang mahal, waktu yang dibutuhkan untuk bertanya dan untuk berkunjung ke lokasi, bias dari peneliti, tidak ada kesempatan bagi responden untuk mengecek fakta, mengganggu responden, kurang menjamin dalam masalah rahasia, kurangnya keseragaman pertanyaan, serta kurang bisa diandalkan untuk mencapai banyak responden.
c.       Wawancara telepon (telephone interview) merupakan cara menguji tanggapan responden via telepon. Kelebihan dari telephone interview adalah tingkat respon (respon rate) lebih tinggi dari mail atau self-administered, memungkinkan untuk menjangkau geografis yang luas atau jauh, waktu lebih singkat, dapat mengontrol tahapan pengisian kuesioner, dapat melakukan pertanyaan lanjutan probing (menyelidiki atau penyelidikan), dan memungkinkan untuk format pertanyaan yang lebih kompleks. Sedangkan, kekurangannya adalah biaya tinggi, panjang wawancara terbatas, terbatas untuk responden yang memiliki telepon, mengurangi anonimitas, memungkinkan bias dari pewawancara, sulit untuk pertanyaan terbuka, membutuhkan bantuan visual, serta hanya dapat mencatat hal-hal tertentu dari latar belakang suara atau intonasi suara.
3.      Tujuan Penelitian Survei
Menurut Sumadi Suryabrata, tujuan penelitian survei adalah sebagai berikut:[11]
a.         Untuk mencari informasi faktual yang secara detail menggambarkan gejala yang ada.
b.        Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan atau praktek-praktek yang sedang berlangsung.
c.         Untuk membuat komparasi dan evaluasi.
d.        Untuk mengetahui hal yang dikerjakan oleh sekelompok orang  lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama, agar dapat belajar dari mereka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa depan.
Tujuan lain dari penelitian survei adalah untuk melakukan analisis yang disebut sebagai metode survei analitik, data dalam survei ini merupakan data kuantitatif dan analisisnya menggunakan teknik statistik yang sesuai, tujuan dari jenis survei ini adalah untuk menarik kesimpulan agar mendapat arti yang lebih jauh yang tersembunyi dibalik data, survei analitik juga berkaitan dengan masalah penafsiran atau pengujian hipotesis, serta statistik yang digunakan adalah statistik inferensial.[12]
B.     Analisis Historis
1.      Deskripsi Penelitian Historis
Secara umum penelitian historis atau penelitian sejarah merupakan penelaahan terhadap sumber-sumber yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis, atau dapat diartikan sebagai penelitian yang menggambarkan gejala, tetapi bukan penelitian terhadap gejala yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan, penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif memfokuskan kepada masa lalu dan mencoba membuat rekonstruksi mengenai hal yang terjadi pada masa yang lalu secara lengkap dan seakurat mungkin, serta biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi, dan dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu, penelitian historis juga menyatakan bahwa penelitian historis adalah untuk menetapkan fakta dan mencapai kesimpulan mengenai hal-hal yang telah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan objektif oleh ahli sejarah dalam mencari, mengevaluasi dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut.[13]
Penelitian sejarah adalah metode yang mempelajari kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang lampau, dengan mengadakan penyelidikan kritis tentang apa dan mengapa sesuatu terjadi.[14] Sedangkan tujuan melakukan penelitian historis adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasikan, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta-fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.[15]
Penelitian historis memang hampir sama dengan penelitian kepustakaan, tetapi dari ciri dan karakteristik penelitian dapat dibedakan, ciri-ciri penelitian historis adalah sebagai berikut:[16]
a.       Bergantung kepada data yang di observasi oleh peneliti
b.      Berbeda dengan anggapan populer, penelitian historis harus tertib dan ketat, sistematis, dan tuntas.
c.       Tergantung kepada dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder.
d.      Untuk menentukan bobot data, biasanya dilakukan kritik eksternal dan kritik internal.
e.       Pencarian informasi lebih tuntas dan sumber informasi yang lebih luas dibandingkan dengan penelitian kepustakaan, serta dengan informasi-informasi yang lebih tua daripada yang dituntut dalam penelitian kepustakaan.
2.      Tahapan Penelitian Sejarah
Metode penelitian sejarah menurut Nugroho Notosusanto meliputi empat langkah yaitu sebagai berikut:[17]
a.       Heuristik (Menemukan); tahapan pertama yaitu mencari dan mengumpulkan sumber yang berhubungan dengan topik yang akan dibahas. Heuristic berasal dari bahasa Yunani Heuriskein artinya sama dengan to find yang berarti tidak hanya menemukan, tetapi mencari terlebih dahulu. Pada tahap ini, kegiatan diarahkan pada penjajakan, pencarian, dan pengumpulan sumber-sumber yang hendak diteliti, baik yang terdapat di lokasi penelitian, temuan benda maupun sumber lisan.
b.      Verifikasi (Kritik Sumber); dalam tahap ini, sumber yang telah dikumpulkan pada kegiatan heuristik berupa buku-buku yang relevan dengan pembahasan yang terkait, maupun hasil temuan di lapangan tentang pembahasan. Setelah bukti tersebut atau data ditemukan maka dilakukan penyaringan atau penyeleksian dengan mengacu pada prosedur yang ada, yakni sumber yang faktual dan keasliannya terjamin. Tahapan kritik ini tentu saja memiliki tujuan tertentu dalam pelaksanaannya. Salah satu tujuan yang dapat diperoleh dalam tahapan kritik ini adalah otentitas (authenticity).
c.       Interpretasi; setelah melalui tahapan kritik sumber, kemudian dilakukan interpretasi atau penafsiran terhadap fakta sejarah yang diperoleh dari arsip, buku-buku yang relevan dengan pembahasan, maupun hasil penelitian langsung di lapangan. Tahapan ini menuntut perhatian dan integritas penulis untuk menghindari interpretasi subjektif terhadap satu fakta dengan fakta yang lainnya, agar ditemukan kesimpulan atau gambaran sejarah yang ilmiah.
d.      Historiografi; historiografi atau penulisan sejarah merupakan tahapan akhir dari seluruh rangkaian dari metode historis. Tahapan heuristik, kritik sumber, serta interpretasi, kemudian saling dihubungkan sehingga menghasilkan sebuah historiografi.

C.    Kesimpulan
Dari uraian pembahasan di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Penelitian survei adalah bentuk teknik penelitian berskala besar, dalam artian yaitu studi terhadap populasi dengan mengambil sebagian sampel dari populasi tersebut tanpa adanya intervensi dari peneliti, agar suatu kondisi yang diteliti bersifat alami. Sedangkan, jenis survei menurut kategorinya adalah survei sekali waktu (Cross-sectional Survei), survei rentang waktu (Longitudinal Survei), Survei Tracking/Trend, Survei Panel, Survei Cohort.
Penelitian sejarah adalah penelitian yang mempelajari kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, dengan mengadakan penyelidikan kritis mengenai kejadian tersebut, adapun tahapan yang harus dilalui adalah heuristik (menemukan), verifikasi (kritik sumber), interpretasi, dan historiografi.



[1]A S Hornby, Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English, Fifth edition, Oxford: Oxford University Press, 1995, h. 1204.

[2]Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial: Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya, Cetakan ketujuh, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008, h. 53.

[3]Ibid.

[4]http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_survei (Online: 19 Mei 2012)

[5]http://surveyonline.wordpress.com/2008/07/08/metode-penelitian-survey/ (Online: 19 Mei 2012)


[6]http://bincangmedia.wordpress.com/2011/10/05/membahas-tuntas-penelitian-survei/ (Online: 19 Mei 2012)

[7]Arif Subiyantoro dan FX. Suwarno, Metode dan Teknik Penelitian Sosial, Yogyakarta: Andi Offset, 2007, h. 77.

[8]Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial…, h. 53.

[9]http://bincangmedia.wordpress.com/2011/10/05/membahas-tuntas-penelitian-survei/ (Online: 19 Mei 2012)


[10]http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_survei/ (Online: 19 Mei 2012)

[11]Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2010,    h. 76.

[12]Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial…, h. 54


[13]http://www.penalaran-unm.org/index.php/artikel-nalar/penelitian/162-penelitian-historis-sejarah.html (Online: 19 Mei 2012)

[14]Arif Subiyantoro dan FX. Suwarno, Metode dan Teknik Penelitian Sosial…, h. 78.

[15]Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian…, h. 73.

[16]Ibid.


[17]http://triseptyo.blogspot.com/2012/03/pengertian-metodologi-sejarah-dan-jenis.html (Online: 19 Mei 2012)



DAFTAR PUSTAKA


A S Hornby, Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English, Fifth edition, Oxford: Oxford University Press, 1995.
Soehartono, Irawan, Metode Penelitian Sosial: Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya, Cetakan ketujuh, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.
Subiyantoro, Arif, dan FX. Suwarno, Metode dan Teknik Penelitian Sosial, Yogyakarta: Andi Offset, 2007.
Suryabrata, Sumadi, Metodologi Penelitian, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2010.
http://bincangmedia.wordpress.com/2011/10/05/membahas-tuntas-penelitian-survei/
http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_survei
http://surveyonline.wordpress.com/2008/07/08/metode-penelitian-survey/
http://triseptyo.blogspot.com/2012/03/pengertian-metodologi-sejarah-dan-jenis.html
http://www.penalaran-unm.org/index.php/artikel-nalar/penelitian/162-penelitian-historis-sejarah.html
 
 

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa share ya... :D