Selasa, 01 November 2011

PSIKOLOGI KOMUNIKASI: KARAKTERISTIK MANUSIA KOMUNIKAN


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Komunikasi adalah bidang yang menyentuh ke seluruh aspek kehidupan, sehingga dilukiskan oleh Anwar Arifin bahwa komunikasi sebagai ubiquitous atau serba hadir, maksudnya komunikasi berada pada setiap hal di dalam kehidupan manusia, dan ditambahkan lagi oleh Fisher bahwa menganggap hal yang wajar apabila setiap orang menganggap dirinya sebagai ahli komunikasi menyangkut permasalahan atau pemecahannya, karena komunikasi dapat hadir dalam setiap sudut atau dimana saja atau dalam berbagai konteks.[1]
Berkaitan dengan pembahasan komunikasi, sudah tentu membicarakan pelaku komunikasi tersebut, dan dalam hal ini adalah manusia yang merupakan pelaku komunikasi secara absolut, karena komunikasi merupakan alat untuk berinteraksi kepada sesama manusia selaku makhluk sosial, seperti diungkapkan di dalam Alquran surat al-Hujurât [49] ayat 13: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan serta menjadikan kamu beragam bangsa dan beragam suku, agar kamu saling mengenal...
Adapun hubungan yang antara psikologi dan komunikasi adalah disebabkan karena elastisitas komunikasi yang dapat berada pada setiap aspek kehidupan manusia, dan di dalam psikologi khususnya psikologi sosial tidak jauh berbeda karena menganalisa peristiwa sosial yang dalam hal ini adalah komunikasi, sehingga psikologi komunikasi diartikan sebagai ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral atau perilaku yang terdapat di dalam ruang lingkup pengkajian komunikasi.[2]
Berkaitan dengan mata kuliah Psikologi Komunikasi, makalah ini membahas permasalahan manusia selaku pelaku komunikasi, searah dengan materi yang ditawarkan menjadikan makalah ini disusun dengan tema: KARAKTER MANUSIA KOMUNIKAN (Konsepsi Psikologi tentang Manusia). Sebagai harapan semoga dapat menjadi sebuah stimulus dalam pengkajian ilmu pengetahuan yang lebih mendalam untuk seluruh pelaku akademis, sehingga dapat memenuhi seluruh harapan yang menjadi tanggung jawab serta kewajiban.
B.     Rumusan Masalah
Perumusan masalah untuk pembahasan di dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana konsep manusia dalam pandangan psikologi?
2.      Bagaimana pandangan terhadap manusia komunikan?

C.    Tujuan Penulisan
Seperti yang telah dirumuskan di dalam rumusan masalah, maka makalah ini ditulis bertujuan untuk membahas permasalahan sebagai berikut:
1.      Konsep manusia dalam pandangan psikologi
2.      Pandangan terhadap manusia komunikan



[1]Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2008, h. 20-21.


[2]Alex Sobur, Psikologi Umum: dalam Lintasan Sejarah, Cet. II, Bandung: Pustaka Setia, 2009, h. 68-69.


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Konsep Manusia dalam Pandangan Psikologi
Ada berbagai macam pandangan para tokoh mengenai manusia, menurut ahli mantiq atau logika manusia adalah hayawan natiq (manusia adalah hewan yang dapat berfikir), sedangkan Ibn Khaldun seorang ahli filsafat mengatakan bahwa manusia adalah madaniyyun bi al-thaba atau manusia adalah makhluk yang bergantung pada tabiat atau perilakunya, dan Thomas Aquinas berpendapat bahwa manusia sebagai pribadi adalah makhluk individual, apabila hidup adalah sebagai makhluk yang merupakan bentuk kesatuan antara jiwa dan badan, dan dimaksud dengan pribadi adalah masing-masing dari manusia.[1]
Jalaluddin Rakhmat memaparkan empat teori psikologi tentang manusia, di antaranya adalah sebagai berikut:[2]
1.      Psikoanalisis (Homo Volens atau manusia berkeinginan); dalam hal ini maksudnya adalah manusia yang digerakkan oleh keinginan-keinginan terpendam.
2.      Kognitif (Homo Sapiens atau manusia berfikir); dimaksudkan bahwa manusia merupakan makhluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimuli yang diterimanya.
3.      Behaviorisme (Homo Mechanicus atau manusia mesin); maksudnya adalah manusia yang digerakkan semuanya oleh lingkungan.
4.      Humanisme (Homo Ludens atau manusia bermain); maksudnya adalah manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya.
Kebudayaan yang ada pada manusia selalu berkembang sebagai bentuk dari akibat dari asimilasi dan akulturasi antara kebudayaan milik kelompok atau ras yang satu dengan kelompok ras yang lainnya pada tempat yang berbeda, antara kelompok atau ras yang satu pada zaman dahulu dan zaman sekarang, atau dari generasi ke generasi.[3]
Beberapa penemuan membuktikan bahwa beberapa gangguan mental bersumber dari komponen genetis, hal ini diketahui dengan adanya beberapa penelitian genetika perilaku, sehingga mengubah pemahaman tentang berbagai aspek perilaku yang dijelaskan di dalam istilah psikologi.[4] Sehingga dapat dipahami bahwa konsep manusia menurut psikologi ada 4 teori, dan kebudayaan yang dimiliki manusia dapat berkembang, serta faktor genetis mempengaruhi perubahan terhadap manusia tersebut.
B.     Pandangan Terhadap Manusia Komunikan
Secara sosiologis, kelompok komunikan dalam bentuk terpisah atau terkumpul pada kelompok manusia yang disebut sebagai berikut:[5]
1.      Crowd; kelompok orang yang berkumpul pada suatu tempat atau ruangan tertentu yang terlibat dalam suatu persoalan atau kepentingan bersama secara tatap muka (direct communication).
2.      Publik; kelompok yang abstrak dari orang-orang yang menaruh perhatian pada suatu persoalan atau kepentingan yang sama karena terlibat dalam suatu pertukaran pemikiran melalui komunikasi tidak langsung untuk mencari solusi.
3.      Massa; orang banyak yang heterogen, tidak terikat oleh suatu tempat dan interaksinya sangat kurang, dan permasalahan yang dihadapi berbeda atau terpencar.
Fazlur Rahman menjelaskan perbedaan antara manusia dengan makhluk lainnya yang secara ringkas maksudnya adalah secara fisik manusia sama dengan alam, tunduk dan patuh pada aturan takdir (qadar) dan hukum alam, yang menjadi perbedaan manusia dengan makhluk lainnya adalah terletak pada keistimewaan dan tanggung jawabnya.[6]
Dari perspektif psikologi mengenai komunikasi, menurut Hovlan, Janis, dan Kelly, mendefinisikan komunikasi sebagai proses dimana seorang individu menyampaikan stimulus kepada komunikan dengan lambang kata-kata untuk mengubah tingkah laku orang lain, sehingga pesan dapat dipahami dan memberikan efek atau feed back terhadap komunikan.[7]




[1]http://www.docstor.com/docs/25154554/HAKIKAT-MANUSIA-DALAM-PANDANGAN Online: 27 Februari 2011.

[2]Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Cetakan keduapuluhsatu, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004, h. 18-19.

[3]F. Patty, dkk., Pengantar Psikologi Umum, Surabaya: Usaha Nasional, 1982, h. 19.

[4]Carole Wade dan Carol Tavris, Psikologi, pent. Benedictine Widyasinta, dari judul asli, Psychology, Yogyakarta: Penerbit Erlangga, 2007, h. 98.

[5]Wahyu Ilaihi, Komunikasi Dakwah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010, h. 87-88.


[6]Asep Muhiddin, Dakwah dalam Perspektif Alquran: Studi Kritis atas Visi, Misi, dan Wawasan, Bandung: Pustaka Setia, 2002, h. 92.

[7]http://mantanresidivis.wordpress.com/2010/05/01/perkembangan-mutakhir-ilmu-komunikasi/ Online: 28 Februari 2010.
BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Dari uraian pembahasan, maka dapat disimpulkan secara menyeluruh dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Konsep manusia dalam pandangan psikologi ada empat teori, dipandang dari jenis manusia yang mempunyai karakter yang beragam, sehingga dalam pandangan psikologi empat teori tersebut dapat diartikan sebagai jenis komunikan selain manusia menurut beberapa tokoh lainnya, kemudian kebudayaan manusia dapat berkembang sesuai dengan zamannya dan faktor genetis dapat mempengaruhi perubahan manusia tersebut.
2.      Pandangan terhadap manusia komunikan maksudnya adalah mengenal komunikan yang merupakan salah satu komponen komunikasi dalam hal ini adalah manusia, dan dalam klarifikasinya terdapat beberapa pengelompokan manusia selaku komunikan, selanjutnya manusia mempunyai tipologi tersendiri dalam penerimaan pesan, sehingga diperlukan pendekatan khusus untuk memberikan stimulus kepada komunikan agar dapat memberikan efek dan pesan dapat diterima dengan baik oleh komunikan tersebut.
B.     Saran
Ada banyak hal yang perlu dipelajari agar dapat memperoleh keberhasilan dalam melaksanakan segala sesuatu, tidak terkecuali komunikasi yang baik tidak akan terlepas dari faktor pendukung atau komponen yang harus dimengerti agar dapat menciptakan suatu komunikasi yang baik, salah satunya adalah mengenal komunikan yaitu manusia yang merupakan salah satu komponen komunikasi.

BIBLIOGRAFI

Arifin, Anwar, Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2008.
Ilaihi, Wahyu, Komunikasi Dakwah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.
Muhiddin, Asep, Dakwah dalam Perspektif Alquran: Studi Kritis atas Visi, Misi, dan Wawasan, Bandung: Pustaka Setia, 2002.
Patty, F., dkk., Pengantar Psikologi Umum, Surabaya: Usaha Nasional, 1982.
Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Cetakan keduapuluhsatu, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
Sobur, Alex, Psikologi Umum: dalam Lintasan Sejarah, Cet. II, Bandung: Pustaka Setia, 2009.
Wade, Carole, dan Carol Tavris, Psikologi, pent. Benedictine Widyasinta, dari judul asli, Psychology, Yogyakarta: Penerbit Erlangga, 2007.
http://mantanresidivis.wordpress.com/2010/05/01/perkembangan-mutakhir-ilmu-komunikasi/ Online: 28 Februari 2010.
http://www.docstor.com/docs/25154554/HAKIKAT-MANUSIA-DALAM-PANDANGAN Online: 27 Februari 2011.

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa share ya... :D